Kisah Empat Anak Kucing dan Kasur

Si Upik panggilan seekor kucing betina yang menjadi kesayangan ibu mertuaku. Kisah hidup Upik memang penuh tantangan. Karena gemarnya beranak Upik pernah dibuang oleh tetangga entah kemana,katanya sangat jauh dibuang agar tidak kembali ke kampung kami.

Kasih sayang dan ikatan emosional Upik dengan Ibu mertuaku (Mamah) rupanya yang membuat sinyal-sinyal gelombang cinta itu terjalin. Tidak berapa lama si Upik bisa kembali lagi ke rumah. Tentu setelah menyusuri jarak puluhan kilometer. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana ia bisa menghafal rute perjalanan, karena saat dibuang dengan kendaaran bermotor dan dimasukkan ke dalam karung. Subhanalloh ini salah satu kebesaran Allah yang Maha Besar.

 

Mungkin ikatan kasih sayang diantara Mamah dan Upik begitu kuat, sehingga batin mereka menuntun untuk saling bertemu. Aku juga mulai merasakan ada ibroh yang dipetik dari ikatan kasih sayang kepada makhluk Allah yang lucu ini.

 

Awal tahun baru 2010 ini Si Upik beranak kembali, tak tanggung-tanggung anaknya lima!. Ia beranak di lemari baju keponakan. Akibatnya pasti bisa ditebak, lemari baju belepotan darah dan empunya pasti marah besar. Untung tidak sampai terjadi tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Seolah Allah memberikan pelajaran yang berarti, akan arti kesabaran mengasihi sesama makhluk ciptaanNya.

Sekarang ujiannya berganti kepada kami, rupanya Upik ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi ke empat bayi mungilnya. Upik memindahkan anak-anaknya satu persatu dengan kekuatan mulutnya, digotong satu persatu menaiki tangga lantai dua dengan genggaman mulutnya untuk ditempatkan di kasur anakku.

Tindakan Upik ini adalah naluri kasih sayang seorang Ibu dalam melindungi anak-anaknya. Karena sudah menjadi tabiat kucing jantan yang sering memangsa anaknya yang baru dilahirkan.

Praktis kasur anakku berubah status menjadi tempat tidur empat ekor bayi mungil kucing yang belum bisa membuka mata ini. Kupandangi mereka penuh kelembutan sedang terlelap berpelukan, mungkin mereka sedang bertasbih memuji keagungan Allah SWT.

Aku meminta pengertian agar anakku yang berumur delapan tahun itu rela meminjamkan kamar bagi empat bayi mungil kucing tersebut. Sampai keempat ekor kucing kecil ini bisa turun bermain-main sendiri.

Semoga empat ekor kucing mungil itu menjadi saksi dan memberikan berkah kasih sayang keluarga kami. Semoga kami bisa belajar menyayangi sesama seperti luasnya kasih sayang mamah kepada kami.

Ya Allah ampuni dosa-dosa hambamu ini , sayangi semua orang tua kami dan aku titipkan anakku kepadaMu karena Engkau maha  mengasihi dan menyayangi.