Sekamar Berenam

Akhirnya anakku sekamar berenam dengan Si Upik dan “keluarga”. Karena kalau anakku yang sudah berumur 8 tahun tidur bersama ayah dan ibunya tidak bagus.Si Upik lebih dulu memasuki kamar anaku dan melindungi empat bayinya. Saat kami masuk kamar Si Upik kaget, ia menatapku curiga kemudian kutenangkan dan kuelus Upik dengan lembut. Anakku juga menyatakan ia ingin sekali berteman dengan anak-anak kucing ini nantinya.

Seolah Upik memahami perasaan diantara kami dan Upik, setelah kuelus ujung kakinya Si Upik segera memjamkan matanya dengan tenang. Seolah ia memahami bahwa kondisinya akan aman didekat kami. Sekarang giliran anakku merengek untuk dibacakan buku cerita sebelum tidur. Karena waktu sudah terlarut malam ritual wajib sebelum tidur berupa pembacaan buku cerita terpaksa dibatalkan. Pembacaan buku diganti dengan pijatan dan elusan kaki.

Tidak terlalu  lama mata mungil bidadariku ini terpejam. Ternyata hakikat tidur membutuhkan ketenangan dan ketentraman.Malam yang hening sengaja disediakan Allah bagi hambaNya untuk beristirahat dan siangnya untuk bertebaran mencari barokah Allah SWT. Menjelang tidur malam biasanya anak-anak rewel dan kondisi kita juga dalam posisi sudah sisa-sisa energi sehingga mudah emosi.

Sabar dalam menemani anak menjelang tidur adalah sebuah ujian tersendiri yang harus dinikmati. Selamat malam jangan lupa berdoa sebelum tidur.