Stop Kekerasan Dalam Rumah Tangga

stop kdrtRumah tangga adalah pilar utama dalam membina kehidupan sosial lingkungan yang terkecil. Tatanan keluarga yang baik dan harmonis penuh kasih sayang dan pembinaan adalah pondasi yang kuat bagi kehidupan bernegara. Namun beberapa dekade terakhir ini sering ditayangkan di media tentang perilaku kekerasan dalam keluarga yang membuat kita prihatin. Padahal dalam semua norma agama melarang perilaku kekerasan di segala aspek kehidupan, termasuk di dalamnya dalam kehidupan berkeluarga.

Meneladani Akhlak Rasul

Ketika menjelang subuh Aisyah tidak mendapati suaminya disampingnya. Aisyah keluar membuka pintu rumah. Terkejut ia bukan kepalang, melihat suaminya tidur di depan pintu. Aisyah berkata, "Mengapa engkau tidur di sini?" Nabi Muhammmad menjawab, "Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. Itulah sebabnya aku tidur di depan pintu."

 

Mari berkaca di diri kita masing-masing. Bagaimana perilaku kita terhadap isteri kita? Nabi mengingatkan, "berhati-hatilah kamu terhadap isterimu, karena sungguh kamu akan ditanya di hari akhir tentangnya." Para sahabat pada masa Nabi memperlakukan isteri mereka dengan hormat, mereka takut kalau wahyu turun dan mengecam mereka.

Undang-Undang KDRT

Korban kekerasan dalam rumah tangga, yang kebanyakan adalah perempuan, harus mendapat perlindungan dari negara atau masyarakat. Untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pemerintah telah menerbitkan undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pelaku kekerasan dalam rumah tangga bisa dikatagorikan tindakan pidana, sehingga masyarakat atau lembaga sosial bisa melaporkan pelaku KDRT kepada aparat penegak hukum.

Pasal 1 ayat 1, Kekerasan dalam Rumah Tangga adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.

Kemudian pasal 3,4 dan 5 menyatakan korban adalah orang yang mengalami kekerasan dan/atau ancaman kekerasan dalam lingkup rumah tangga. Perlindungan adalah segala upaya yang ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada korban yang dilakukan oleh pihak keluarga, advokat, lembaga sosial, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan pengadilan.

Masyarakat juga diwajibkan berperan aktif dalam mencegah terjadinya KDRT seperti diatur  dalam Pasal 15. Setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya kekerasan dalam rumah tangga wajib melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk mencegah berlangsungnya tindak pidana, memberikan perlindungan kepada korban, memberikan pertolongan darurat, dan membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan.

Pihak kepolisian juga diharapkan berperan aktif seperti diatur dalam Pasal 19. Kepolisian wajib segera melakukan penyelidikan setelah mengetahui atau menerima laporan tentang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

Gerakan Sayang Keluarga

Mengingat pentingnya perhatian terhadap keluarga demi masa depan kehidupan yang lebih baik, maka perlu dilakukan gerakan menyayangi keluarga kita. Fokus dalam mengurusi keluarga adalah amanah kepemimpinan bagi seorang kepala keluarga. Firman Allah Swt, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu”.(At-Tahrim : 6).

Langkah-langkah praktis dalam membina kasih sayang dalam keluarga antara lain memberi nafkah kepada keluarga dari rezeki yang hala. Untuk menjaga keharmonisan, usahakan minimal seminggu sekali mempunyai acara keluarga yang berkesan. Usahakan makan malam bersama keluarga.

Memberikan perhatian kepada seluruh anggota keluarga dengan penuh kasih sayang, baik kebutuhan jasmani maupun rohani. Niatkan memberikan yang terbaik kepada semua anggota keluarga karena ibadah kepada Allah swt.

Gerakan sayang keluarga juga dapat meminimalisir penyakit sosial yang saat ini sedang merajalela. Keluarga merupakan ujung tombak dalam menyelamatkan generasi penerus pewaris masa depan bangsa. Wallohu’alam.